Saturday, May 22


Math paper

Mataku memandang liar sekelilingku
Duduk di sudut nan jauh
Apa sahajalah yang ingin ku tatapi.

Masa semakin suntuk
Tibalah sang tahu dalam sekelip mata
Oh manalah mungkin
Namun tiada dapat lari kuping di sisi
Langkah agung menemuiku
Satu, satu, satu
Sambil jariku mengira
Dua, tiga, empat.

Kesunyian melanda
Aku menjadi pekak?
Daif sungguh untuk dipercayai
Tapi kalau tak ada berada
Takkan tempua bersarang rendah?

Mengangguk akan memahami
Mulut terkatup bagai ditekan butang
Langkahnya menemui ajal
Berdiri segak di pintu kamar.

Tiba sudah dinanti gelisah
Inginku putar jari jemari masa
Tak usah dirisau wahai ana
Tidak mungkin
Berakhir disini kelibat anda.




|| mink's scribbles turned red at 3:54 PM ||

~